Cara Budidaya Nangka



Cara Budidaya Nangka



Kali ini Cara Hijau akan membahas Cara Budidaya Nangka.Nangka merupakan buah utama bahkan dianggap sebagai pangan pokok pada saat kekurangan pangan.Di Asia Tenggara,nangka terutama dipelihara di pekarangan dan dikebun buah campuran,pada tahun 1980-an beberapa kebun buahnya yang luas ditanamai nangka sebagai tanaman tumpang sari dengan Nangka.Karena buahnya mudah sekali busuk,tidak dapat dilakukan perdagangan ekspor ke Australia,Eropa dan sebagainya dari pabrik-pabrik pengalengan di Malaysia.

SYARAT TUMBUH

Iklim
1.Angin berperan dalam membantu penyerbukan bunga pada tanaman nangka.
2. Pohon nangka cocok tumbuh di daerah yang memilki curah hujan tahunan ratarata 1.500-2.500 mm dan musim keringnya tidak terlalu keras.Nangka dapat  tumbuh di daerah kering yaitu di daerah-daerah yang mempunyai bulan-bulan kering lebih dari 4 bulan
3.Sinar matahari sangat diperlukan nangka untuk memacu fotosintesa dan pertumbuhan,karena pohon ini termasuk intoleran. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan terganggunya pembentukan bunga dan buah serta pertumbuhannya.
4.Rata-rata suhu udara minimum 16-21 derajat C dan suhu udara maksimum 31-31,5 derajat C.
5.Kelembaban udara yang tinggi diperlukan untuk mengurangi penguapan.

Media Tanam
1.Pohon nangka dipelihara di berbagai tipe tanah, tetapi lebih menyenangi aluvial,tanah liat berpasir/liat berlempung yang dalam dan beririgasi baik.
2.Umumnya tanah yang disukai yaitu tanah yang gembur dan agak berpasir.Pohon ini hidup pada tanah tandus sampai subur dengan kondisi reaksi tanah asam sampai alkalis.Bahkan pada tanah gambutpun pohon ini dapat tumbuh dan menghasilkan buah.
3.Pohon nangka tahan terhadap pH rendah (tanah masam) dengan pH 6,0-7,5,tetapi yang optimum pH 6–7.
4.Kedalaman air tanah yang cocok bagi pertumbuhan nangka adalah 1-2 m atau antara 1-2.5 m.Karena perakarannya sangat dalam, maka sebaiknya ditanam pada tanah yang cukup teball lapisan atasnya (kira-kira 1 m).

Ketinggian Tempat
Pohon nangka dapat tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketinggian tempat 1.300 m dpl.Namun ketinggian tempat yang terbaik untuk pertumbuhan nangka adalah antara 0-800 m dpl.

Pedoman Budidaya

Pembibitan
1.Persyaratan Bibit
Umumnya perbanyakan tanaman nangka dilakukan dengan menggunakan bijinya,
karena perbanyakkan dengan cangkok atau okulasi hanya sedikit persentase jadinya.Hal ini mungkin disebabkan kandungan lateksnya yang dapat menghambat proses persatuan.

Seleksi dilakukan sejak masa pembibitan apabila ingin mendapatkan nangka yang bersifat unggul (cepat berbuah, mampu berproduksi banyak dengan buah yang berkualitas dan tahan terhadap hama dan penyakit).Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit yang baik adalah:

a. Bibit harus berasal dari jenis atau varietas yang unggul (produksi tinggi, buah berkualitas baik, berumur panjang dan tahan terhadap hama dan penyakit).

b. Bibit harus sehat yang dapat dilihat dari sosoknya yang kokoh, batangnya kuat,
lurus dan tumbuh tegak, percabangan banyak serta daun bagian atas berwarna
hijau segar dan mengkilap.

2.Penyiapan Bibit
Penanganan benih mencakup pencucian secara hati-hati untuk membuang kulit biji yang berlendir dan membuang bagian perikarp yang berupa tanduk,perlakuan ini akan memperbaiki perkecambahan. Benih disemai sewaktu masih segar;jika diperlukan penyimpanan jangka pendek, benih tidak boleh dibiarkan mengering.Benih yang memilki 40% dari kandungan air aslinya dan disimpan dalam wadah plastik yang kedap,dengan suhu udara 20 derajat C masih mampu berkecambah selama 3 bulan.Dalam kondisi yang memadai perkecambahan dapat diawali setelah 10 hari dan mencapai persentase perkecambahan 80-100% dalam jangka waktu 35-40 hari setelah disemai.Benih hendaknya diletakkan mendatar atau dengan hilumnya menghadap ke bawah untuk perkecambahan.

Cara pembiakan pohon nangka dengan okulasi memerlukan keterampilan khusus dan pengalaman dan persentase jadinya rendah. Keuntungannya antara lain cepat berbuah dan sifatnya induknya dapat diturunkan.Tanaman yang digunakan sebagai pangkal bawah adalah anakan nangka/cempedak yang asalnya dari biji.Cara okulasinya adalah sebagai berikut:

a.Sayat sebuah mata kayu (mata entras) dari batang nangka,dengan kulitnya kira-kira 2 cm dari atas sampai 2 cm di bawah mata. Kayu yang terbawa dibuang dengan hati-hati agar titik tumbuh mata tidak rusak.

b. Sayat kulit pohon pangkal bawah , kira-kira 10-20 cm di atas leher akar dengan lebar 2-3 cm dan panjangnya 3-4 cm. Ungkitlah dari kayunya dan lidah kukit dipotong separuhnya. Masukkanlah mata tersebut ke dalam lidah kulit pohon pangkal bawah tersebut,sedemikian rupa, mata masih kelihatan di atas lidah kulit pohon yang dipotong. Kemudian ikatlah dengan tali rafia dan mata tetap tersembul keluar (jangan sampai terhimpit).

c. Pada okulasi yang berhasil, sesudah 8-14 hari ikatan tali rafia harus dibuang.Apabila tunas sudah tumbuh sepanjang 1-10 cm, ikatlah tunas pada bagian atas pohon,agar tunas tumbuhnya lurus dan tidak dirusak karena digoyanggoyang angin.

Bahan untuk cangkok diambil dari dahan muda/ranting baru berada di cabang pohon/tunas ranting baru yang berada di cabang pohon maupun tunas ranting yang belum produktif.Pencangkokkan dilakukan menjelang musim penghujan agar perakaran dapat tumbuh dengan baik.Namun demikian pencangkokkan dilakukan pada musim kemarau, tetapi harus disiram secara teratur.

Cara mencangkok dilakukan dengan cara mengupas kulit sekeliling dalam 3-5 cm lebarnya.Luka yang telah dibuat dibiarkan kering kena angin 1-2 hari.Kemudian luka bagian atas diolesi hormon rootone F, setelah itu ditutup dengan tanah berkompos atau humus yang telah dibasahi dan dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lobang-lobang kecil.

3.Teknik Penyemaian Bibit
Biji disemai/ditanam ke dalam kantong-kantong plastik yang sudah tersedia di bedengan sedalam setebal biji, setelah itu ditutup lapisan tanah tipis. Biji akan berkecambah dengan rata-rata daya kecambah dan persen jadi tanaman ± 90 %.
Semai muda dipotkan selambat-lambatnya setelah berdaun empat helai,karena bibit yang lebih tua sulit untuk dipindahtanamkan (transplanting).Kesulitan ini dapat diatasi dengan cara menyemaikan 1-2 benih langsung ke dalam satu wadah.Semai paling cocok disimpan di bawah naungan (50-70 % intensitas cahaya matahari penuh).

4.Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Untuk bibit dari biji, penyiraman dilakukan secara teratur setiap pagi hari.Sebaiknya persemaian diberi naungan yang tidak terlalu rapat dan menghadap ke arah timur guna mencegah penguapan air yang terlalu cepat.

Untuk bibit dari cangkokkan,penyiraman dapat dilakukan secara teratur tiap hari untuk mencegah kekeringan.Penyiraman ini dilakukan kalau belum ada hujan.Semai dari cangkokan sebaiknya diberi naungan saat baru dipindahkan supaya tidak layu.

5.Pemindahan Bibit
Bibit yang akan diangkut ke lapangan penanaman sebaiknya disiram terlebih dahulu.Pengangkutan bibit ke lapangan penanaman dilakukan pagi atau sore hari dan dikerjakan dengan hati-hati.

Pembongkaran bibit di lapangan dikerjakan hati-hati seperti halnya pada waktu
pengangkutan.Apabila jarak angkutan bibit cukup jauh, maka bibit yang telah dibongkar dirawat lebih dahulu beberap hari sebelum ditanam.

Bibit-bibit ini (dari biji) dapat ditanam di lapangan sewaktu masih muda sekali,yaitu sebelum perakarannya tumbuh keluar pot,sebab gangguan terhadap perakaran dapat mematikan bibit itu.Bibit juga harus mempunyai ukuran tinggi 50-75 cm dan berumur 1-1 1/2 bulan.

Bibit dari okulasi dapat ditanam di lapangan pada umur 6-8 bulan.Jika panjang tunas telah mencapai 2-30 cm,potonglah bagian atas pohon pangkal dan lukanya ditutup parafin.Untuk okulasi sebaiknya dilakukan pada saat udara cerah dan tidak hujan.Bibit dari cangkokan,umumnya setelah 1-2,5 bulan,cangkokan sudah berakar banyak dan cangkok dapat diambil. Setelah disapih beberapa hari,cangkok dapat ditanam di lapangan.

Pengolahan Media Tanam

1.Persiapan
Sebelum kegiatan penanaman dilaksanakan,perlu dilakukan pemeriksaan lapangan dan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan ditentukan batas-batas areal.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman nangka seperti gulma,genangan air,struktur serta pola tekstur tanah harus dibenahi/dikendalikan.Untuk itu tindakan pembersihan lapangan secara total,pengaturan drainase dan pengolahan tanah terutama di tempat yang akan dibuat lobang tanam.

2. Pembentukan Bedengan
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bedengan pembibitan sebagai berikut:
a.Ukuran bedengan beragam tetapi biasanya digunakan antara 5 x1 m atau 10 x1 m.
b.Bedengan membusur arah Utara ke Selatan dan pinggirnya diperkuat dengan bambu,batu merah,atau kayu serta permukaannya ditinggikan 10-15 cm dari atas permukaan tanah.
c.Antar bedengan berjarak 0,45 m dan setiap 5-10 m bedengan dibuat jalan pemeriksaan sekitar 60-100 m.
d.Saluran air dibuat sepanjang kiri kanan pemeriksaan.
e.Bedengan diberi naungan dengan atap nipah atau sarlom.Bagian yang menghadap ke timur dibuat lebih tinggi daripada yang menghadap ke Barat.
f.Dalam bedengan disusun kantong-kantong plastik yang sudah diisi media tumbuh dan sudah diberi lobang-lobang kecil di bagian bawahnya.Media tumbuh yang digunakan campuran tanah lapisan olah, pupuk organik, dan pasir halus dengan perbandingan 2:1:1. Ukuran kantong plastik yang digunakan 20 x30 cm dengan tebal 0,08 mm dan berwarna hitam.

3.Pengapuran
Apabila pH tanah bersifat terlalu asam atau basa maka perlu dilakukan beberapa upaya agar nangka bisa tumbuh dan memberikan hasil yang optimal.Apabila terlalu asam (pH<5 basa="" dapat="" ditambahkan="" jika="" kapur="" ph="" terlalu="">7) bisa ditambahkan belerang.Dosis yang dipakai tergantung pada kondisi tanahnya namun sebagai pedoman 1 kg kapur atau belerang untuk 1 m3 lobang tanam.

4) Pemupukan
Pada lobang tanam,tanah hasil galian dicampur dengan pupuk kandang 20 kg/lubang dan dolomit 0,5 kg/lubang (untuk menaikkan pH).Tanah campuran ini dimasukkan ke lubang 2-3 minggu sebelum penanaman.Seminggu sebelum tanam berilah pupuk NPK (15-15-15) 100 gram ke dalam lubang penanaman.

Teknik Penanaman

1.Penentuan Pola Tanam
Pola usaha pekarangan adalah bertanam di lahan sekitar rumah.Hasil ini tidak semata-mata untuk dijual tetapi sebagian untuk dikonsumsi sendiri.Sedangakan pola usaha kebun yaitu bertanam di lahan yang jauh lebih luas dari pekarangan dengan pertimbangan hasilnya untuk memnuhi kebutuhan pasar,modal dan tenaga kerja cukup tersedia serta lahannya sesuai dengan persyaratan tempat tumbuh nangka.

Pola usaha kebun dapat berbentuk kebun tanaman murni dan kebun tanaman campuran.Pada kebun tanaman murni hanya ditanam satu jenis tanaman yaitu seluruhnya ditanami nangka.Sedangkan di kebun campuran, pohon nangka dicampur nenas, pepaya, dan sebagainya.

Pohon nangka yang dipelihara di kebun buah jarak tanamnya 8 - 12 m,dalam pola segi empat atau segi enam: kepadatan yang umum adalah 100-120 batang/ha.Jarak tanamnya antara lobang tanam 12 x 12 m atau 4 x 6 m.

2.Pembuatan Lobang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 m atau 1 x 1 x 0,5 m.Pada saat penggalian lubang tanam, tanah bagian atas dipisahkan dari tanah bagian bawah.Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 20 kg per lubang.Lubang tanah yang telah digali dibiarkan terbuka selama 1-2 minggu,agar mendapat sinar matahari sehingga teroksidasi dengan baik.Untuk menghindari kendala tanah asam, tanah galian dicampur dengan dolomit/kapur pertanian sebanyak 0,5-1 kg per lubang tanam dan tanah campuran ini dimasukkan ke dalam lubang 2-3 minggu sebelum penanaman.Untuk tanah yang terlalu berat, selain pengolahan tanah dapat pula ditambahkan pasir sebanyak 0,5 kaleng per lubang.Seminggu sebelum tanam berilah NPK (15–15–15) 100 gram ke dalam lubang penanamn apabila perlu.Bibit hasil semaian atau okulasi ditanam tegak dan kokoh ke dalam tengah lubang penanaman.Jarak antara lubang tanam 12 x 12 m atau 4 x 6 m.

3.Cara Penanaman
Penanaman dilakukan sore hari atau pagi hari pada permulaan musim penghujan yaitu saat curah hujan sudah cukup merata.Bibit ditanam pada lubang yang sudah tersedia, tegak lurus. Sebelum bibit ditanam,kantong plastik harus dibuang.Kalau penanaman dilakukan di luar musim penghujan atau karena adanya kelainan iklim,yaitu musim hujan tiba-tiba berubah menjadi kemarau lagi,maka bibit yang telah ditanam perlu disiram secara teratur.

4.Pembuatan Lubang pada Mulsa
Pemberian mulsa di sekitar pohon nangka sangat perlu,terutama pada saat musim kemarau untuk meningkatkan kelembapan tanah.Namun pada musim hujan mulsa tidak diperlukan karena dapat mendatangkan serangan jamur.Mulsa juga dapat dimasukkan ke dalam tanah sebagai pupuk organi,pemberian dua kali per tahun sangat membantu pertumbuhan tanaman.Pemberian pupuk pabrik majemuk dilakukan di Malaysia dengan dosis 2-3 kg per pohon.

Pemeliharaan Tanaman

1.Penjarangan dan Penyulaman
Penyulaman tanaman yang mati dilakukan pada saat hujan masih turun di tahun pertama dan tahun kedua.

2.Penyiangan
Penyiangan atau membebaskan tanaman dari serangan gulma atau tumbuhan pengganggu dilakukan dengan cara membersihkan gulma secara manual/kimia dari tanaman nangka dengan radius 1-2 m. Pengendalian gulma secara kimiawi menggunakan herbisida misalnya Paracol 1,5 liter dalam 600 liter air per ha atau Roundup 2-3 liter dalam 800 liter air/ha.Penyiangan pertama dilakukan 1-2 bulan setelah penanaman, selanjutnya setiap 2-4 bulan dilakukan selama 2-3 tahun.Penyiangan dilakukan dengan cara manual atau kimiawi.

3.Pemupukan
Pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang atau pupuk kompos 1-2 kali setahun sebanyak 20 kg per tanaman. Pemberian pupuk anorganik dilakukan satu minggu setelah penanaman dengan dosis 100 gram NPK per tanaman.Pemupukan kedua pada umur 6 bulan dengan dosis 150 gram NPK per tanaman.Pemupukan ketiga dilakukan pada tanaman umur 12 bulan dengan dosis 200 gram per tanaman.Pemupukan keempat pada umur 18 bulan dengan dosis 250 gram per tanaman dan pemupukan kelima dilakukan pada tanaman umur 24 bulan dengan dosis 300 gram per tanaman.Selanjutnya bagi tanaman yang sudah berbunga pada lahan tidak subur dapat ditambahkan pupuk organik 650 gram/pohon.

Untuk meningkatkan tanaman diperlukan tambahan pupuk daun guna merangsang pembentukan daun.Pemberian pupuk daun dilakukan selang 2 minggu sampai tanaman umur 17 bulan.Jenis pupuk daun yang digunakan Gandasil D/Bayfolan.

4.Pengairan dan Penyiraman
Tanaman nangka membutuhkan drainase yang baik.Pengairan ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitasnya.Tanaman nangka memiliki perakaran dalam,tidak membutuhkan penggenangan pada saat musim kemarau karena tanaman nangka kurang toleran terhadap genangan.Akarnya masih mampu meyerap air pada tanah yang dalam.Pemberian air tambahan diperlukan selama dua tahun pertama pertumbuhannya.

5.Pemeliharaan Lain
Pemangkasan dilakukan pada bagian tanaman yang tidak subur dan tidak produktif.Pemangkasan cabang dilakukan terhadap pohon nangka yang bertajuk rimbun agar sinar matahari tidak terhalangi sehingga merangsang perbungaan.Pemangkasan dibatasi pada penjarangan pucuk ketika pohon mulai ditanam dan sedikit pemotongan dahan-dahan yang mengandung buah agar memudahkan mencapai buah untuk dibungkus dan kemudian dipanen.Pemangkasan cabang dimaksudkan untuk mengatur pembuahan,karena bunga betina muncul pada batang utama atau cabang primer.

Perangsangan pembungaan dilakukan dengan cara melukai,mengebor/mengikat batang.Tujuan perlakuan untuk menghambat hasil asimilasi daun agar tidak meyebar ke seluruh bagian tanaman, melainkan untuk merangsang pembungaan.Agar buah nangka hasilnya baik dan besar, lakukan penjarangan buah.Buah yang mulai membesar bungkuslah dengan kantong/kertas semen yang sudah dicelupakan ke dalam larutan insektisida. Bisa juga dibungkus dengan anyaman dedaunan,misalnya menggunakan daun-daun palem atau anyaman kelapa.Tindakan ini dapat menghalangi serangan tikus atau kelelawar, dan memikat semut yang dapat mengusir serangga lain sehingga diperoleh buah yang kulitnya mulus dan cerah.

HAMA DAN PENYAKIT

Hama
Ulat diaphania caesalis yaitu penggerek pucuk, membuat terowongan sampai ke kuncup,pucuk muda, dan buah. Pemotongan bagian yang terserang memutuskan daun hidupnya karena ulat-ulat ini akan menjadi pupa di dalam terowongan itu buah dilindungi dengan dibungkus atau disemprot insektisida Thiodan 35 EC.Penggerak kulit batang;berupa ulat-ulat Indarbela tetraonis dan Batocera rufomaculata diberantas dengan mengasap lubang-lubang mereka/disemprot dengan insektisida sistemik yang mengandung bahan aktif karboril (Sevin 85 S).Kumbang-kumbang belalai (weevil) coklat yang menyerang kuncup,Ochyromera artocarpi,merupakan hama nangka yang khas.Tempayaknya (grubs) masuk ke dalam kuncup dan buah yang masih lunak, yang dewasa memakan daun.Bagian tanaman yang terserang dihancurkan,dan diperlukan insektisida.Menyeruaknya kumbang bersayap selaput (spittle bug),Cosmoscarata relata,memakan daun muda. Nimfa hidup bersamasama dalam suatu massa busa yang disekresi oleh mereka ;nimfa dipungut dan dihancurkan. Larva lalat buah , Dacus dorsalis dan D. umbrosus sering menyerang buah.Untuk menghindari serangannya, buah nangka hendaknya dibungkus buah yang matang atau kelewat matang jangan dibiarkan bergeletakkan di tanah,tetapi hendaknya dikubur-kubur dalam,dan penyemnprotan pada umpan dapat dilakukan.Hama-hama lainnya adalah bermacam-macam serangga pengisap, seperti kutu tepung,afid,lalat putih,dan ‘thrips’,juga ulat perekat daun (leaf webber).

Hama nangka yang lain adalah kepik Helopeltis (Miridae,Hemiptera). Nimfa dan kepik dewasa menghisap cairan bagian tanaman yang masih muda (daun dan buah).Ukuran telurnya 1,5 m,diletakkan dengan cara ditusukkan pada jaringan tanaman.Masa inkubasi 5-7 hari. Nimfa dan kepik dewasa warnanya bervariasi,hijau atau kuning-kehitaman dan kuning oranye.Mengalami 5 kali masa instar. Kepik dewasa
panjangnya berkisar 6,5-7,5 mm dengan kemampuan bertelur sampai 18 butir.Beberapa musuh alami diantaranya yang berupa parasit adalah Euphorus helopeltis,Erythmelus helopeltis dan sebagai predator adalah Sycanus leucomesus, Isyndrussp,dan Cosmolestes picticeps.Untuk pengendaliannya populasi biasanya terkendali oleh musuh alam apabila populasi tinggi dapat dilakukan dengan insektisida missal Lannate 25 WP, Atabron 50EC.

Penyakit
Bakteri mati bujang (Erwinia carotovora) sering menyerang pohon nangka,juga
cempedak.Jamur tersebut pertama kali menyerang bagian pucuk dan turun pada tajuk berikutnya.serangan yang hebat dapat mematikan pohonnya.Di India dilaporakan serangan busuk akar dan busuk batang dilakukan oleh jamur Rhizopus artocarpi yang menyebabkan keruguian tanaman hingga 15-30 %. Jamur ini umunya meyerang tunas bunga.Beberapa penyakit yang cukup penting antara lkain Colletotrichum lagenarium,Phomopsis artocarpina,Septoria artocarpi,dan Corticium salmonicolor.Jamur tersebut kebanyakan menyerang pada musim penghujan.Pemotongan bagian tanaman yang terserang akan banyak membantun mengatasi serangan,di samping itu sanitasi kebun dan pemupukan dapat meningkatkan
kesehatan tanaman.


Cukup sekian dulu pembahasan tentang Cara Budidaya Nangka,sory mungkin artikel ini agak panjang untuk dibaca,tapi gak papa yang penting artikel ini dapat berguna buat temen-temen sakalian,terima kassih banyak karna sudah berkunjung di blog ini yang masih amatir,hahahahahaha

 

Popular Posts

Atas