Tehnik Cara Pembuatan Bioetanol Dari Singkong

Sebelum saya membagikan artikel tentang Tehnik Cara Pembuatan Bioetanol Dari Singkong,saya mau berterima kasih dulu buat temen-temen pengunjung Cara Hijau yang sudah setia mengunjungi blog Cara Hijau sebagai sumber ilmu pengetahuan buat temen-temen,baik kita langsung ke topik pembicaraan.

Untuk membuat Bioetanol Dari Singkong sebagai ladang bisnis,kita harus mempunyai modal besar,mulai dari penyediaan mesin penyulingan sampai dengan bahan baku,tapi tenang aja buat temen-temen petani atau temen-temen bukan petani,saya akan membagikan Tips Untuk Memulai Usaha Pembuatan Bioetanol Dari Singkong Dengan Sangat Murah,dan untuk tips-tipsnya adalah: 

1.Buatlah Kelompok Tani
Dengan kita membuat kelompok tani modal usaha untuk Mendirikan Usaha Pembuatan Bioetanol Dari Singkong bisa kita tanggung bersama antar angota kelompok tani,dengan begitu biyaya yang dikeluarkan akan lebih ringan daripada kita memodali semua usaha pembuatan bioetanol,lagi pula dengan kita membuat kelompok tani persediaan bahan baku untuk membuat bioetanol akan mudah tercukupi,karna semua petani yang bergabung dengan kelompok tani akan menaman pohon singkong semuanya,atau dengan cara bekerjasama dengan kelompok tani,dan menjadikan kelompok tani sebagai pemegang saham di perusahaan pembuatan bioetanol itu. 

2.Menjadi Mitra Naungan BUMN 
Sekarang-sekarang ini banyak BUMN yang mengeluarkan CSR mereka untuk membimbing Produk-Produk UKM,seperti contohnya PT.Semen Gresik (Persero) TBK,ha dari situlah kita bisa memperoleh pinjaman dengan bunga yang sangat murah,lagi pula dengan kita bergabung dengan kemitraan BUMN kita bisa dibimbing oleh perusahaan BUMN mulai dari meningkatkan kemampuan kewirausahaan dan manajeerial serta memebrikan pinjaman permodalan, peningkatan kemampuan produksi,pemasaran dan lain-lain sehingga usaha kecil yang dibina oleh BUMN dapat menjadi usaha yang tangguh dan mandiri yang pada gilirannya nanti dapat berkembang menjadi usaha menengah dan besar,seperti yang terdapat pada CSR PT.Semen Gresik (Persero) TBK.

Itu semua adalah tips yang saya bagikan untuk Memulai Usaha Pembuatan Bioetanol,dengan cara tidal mengeluarkan modal yang terlalu banyak,dan untuk tehnik pembuatan bioetanol dari singkong yaitu,tapi sebelumnya saya membagikan pengolahan bioetanol hanya untuk 10 liter,buat temen-temen yang ingin memperbanyak produksinya silakan ditambah takerannya sendiri:

1.Kupas 125 kg singkong segar,semua jenis dapal dimanfaatkan.Bersihkan dan cacah berukuran kecil-kecil.

2.Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar air maksimal 16%.Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek.Tujuannya agar lebih awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku.

3.Masukkan 25 kg gaplek ke dalam tangki stainless si eel berkapasitas 120 liter,lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter.Panaskan gaplek hingga 100″C selama 0,5 jam.Aduk rebusan gaplek sampai menjadi bubur dan mengental.


4.Dinginkan bubur gaplek,lalu masukkan ke dalam langki sakarifikasi.Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa.Setelah dingin,masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa.Untuk menguraikan 100 liter bubur pati singkong.Perlu 10 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur.Konsentrasi cendawan mencapai 100-juta sel/ml.Sebclum digunakan, Aspergilhis dikuhurkan pada bubur gaplek yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek.Cendawan berkembang biak dan bekerja mengurai pati.

5.Dua jam kemudian,bubur gaplek berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula.Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu,lalu masukkan ke dalam tangki fermentasi.Namun,sebelum difermentasi pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17—18%.Itu adalah kadar gula maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces unluk hidup dan bekerja mengurai gula menjadi alkohol.Jika kadar gula lebth tinggi,tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan.Bila sebaliknya,tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.

6.Tutup rapat tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces bekerja mengurai glukosa lebih optimal.Fermentasi berlangsung anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu pada 28—32″C dan pH 4,5—5,5.

7.Setelah 2—3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 lapisan. Lapisan terbawah berupa endapan protein.Di atasnya air,dan etanol.Hasil fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6—12% etanol.

8.Sedot larutan etanol dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.

9.Meski telah disaring,etanol masih bercampurair.Untuk memisahkannya,lakukan destilasi atau penyulingan.Panaskan campuran air dan etanol pada suhu 78″C atau setara titik didih etanol.Pada suhu itu etanol lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100°C. Uap etanol dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.

10.Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larul, diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol kering.Oleh sebab itu,perlu destilasi absorbent.Etanol 95% itu dipanaskan 100″C.Pada suhu ilu,etanol dan air menguap.Uap keduanya kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati.Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol 99% yang siap dieampur dengan bensin.Sepuluh liter etanol 99%,membutuhkan 120— 130 liter bir yang dihasilkan dari 25 kg gaplek.

Itu semual adalah artikel tentang Tehnik Cara Pembuatan Bioetanol Dari Singkong,semoga artikel ini dapat bermanfaat buat temen-temen untuk memulai usaha dibidang pembuatan bioetanol dari singkong.

Dan jangan lupa buat temen-temen yang ingin mendapatkan info-info terbaru dai Cara Hijau tentang dunia pertanian,peternakan,perikanan,dan perkebunan cukup Like Fanspagenya Cara Hijau atau folllow twitternya Cara Hijau.
Facebook : Cara Hijau
Twitter : @cara_hijau

 

Popular Posts

Atas