Apa Itu Penyakit Diverticulosis Dan Penyakit Diverticulitis

Apa Itu Penyakit Diverticulosis Dan Penyakit Diverticulitis, Penelitian penyakit di Amerika dan Eropa, menyatakan bahwa jumlah penderita diverticulosis cukup besar, bahkan termasuk endemik. Di Inggris saja dilaporkan bahwa 40 persen penduduknya yang berusia diatas 60 tahun, dan 70 persen dari yang berusia 80 tahun keatas mempunyai problema Diverticulosis. Bagaimana caranya agar Indonesia jangan mempunyai problema yang sama? Apakah sebenarnya Diverticulosis?.

Diverticulosis adalah suatu penyakit dari usus besar. Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut:
1.Mual
2.Nyeri pada ulu hati
3.Kebanyakan angin
4.Perasaan kembung
5.Nyeri yang hebat pada perut
6.Nyeri dubur
7.Penggosongan usus yang tidak sempurna
8.Sembelit

Dua puluh persen dari Deverticulosis akan berkembang menjadi Diverticulitis, satu penyakit yang berbahaya yang dapat membawa kepada kematian. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi rasa nyeri yang terus menerus, menggigil, demam, pendarahan dan bocornya usus.

Bagaimana Diverticulitis dapat timbul? Umumnya diketahui bahwa pada akhir pencernaan, sisa-sisa makanan yang setengah cair akan mengalir menuju ke dubur. Berhasilnya pengeluaran ini, tergantung kepada tiga hal:
1.Bertahannya garis tengah dari usus besar. Lebih besar garis tengah usus besar tersebut, lebih cepat aliran sisa makanan terebut.

2.Cairnya sisa makanan tersebut. Terlalu banyak air yang diserap dari sisa makanan tersebut dapat menyebabkan keringnya kotoran tersebut.

3.Adanya kepastian penggosongan kotoran seluruhnya, bila ada dorongan buang air besar, dengan demikian mencegah pengeringan yang lebih lanjut dan pengerasan kotoran tersebut.

Tetapi, bila hal diatas tidak berjalan dengan baik, maka sesuatu yang lain dapat timbul. Sisa pencernaan akan berjalan dengan pelahan-lahan melalui usus besar yang menyempit oleh sebab usia yang menjadi tua. Sementara air dari sisa makanan tersebut, maka sisa makanan akan menjadi keras dan kering. Hal ini menyebabkan bertambahnya tekanan pada usus besar dan inilah yang menimbulkan persoalan. Dinding usus besar itu tidak cukup kuat, dan pada titik-titik yang lemah akan menonjol keluar seperti lepuhan balon-balon karet kecil.

Satu kali dinding usus besar yang tipis ini menonjol keluar seperti suatu gelembung, yang tidak akan pernah kembali kepada keadaan normal lagi. Akibat penderita dari Diverticulosis ini mempunyai kantong-kantong kecil pada sepanjang usus besarnya, dan ini menimbulkan gangguan-gangguan pencernaan dengan gejala-gejala penyakit tersebut diatas. Bila kotoran yang mengeras menutupi leher sempit dari balon-balon ini (diverticula), maka peradangan akan timbul yang diikuti dengan pembetukan abses, sehingga diverticulosis berubah menjadi diverticulitis. Ini dapat menimbulkan nyeri yang hebat, perdarahan yang luas, bahkan kematian. Bagaimana dengan pengobatannya? Sejak tahun 1920-an, pengobatan yang diberikan ialah makanan berserat rendah, agar dapat “mengistirahatkan” usus besar. Tetapi ternyata, umumnya penderita tidak mengalami perbaikan.

Pada tahun 1972, dilaporkan riset yang telah dibuat oleh Dr. Neil Painter dari Manor House Hospital di London Utara terhadap 70 penderita yang hanya mengalami sedikit perbaikan dengan pengobatan pemberian makanan berserat rendah. Dengan berani Dr, Neil Painter yang memberikan makanan berserat rendah. Dengan berani Dr. Neil Painter memberikan makanan yang sebailiknya, yaitu makanan yang berkadar serat tinggi. Apakah yang terjadi? Enam puluh dua dari tujuh puluh penderita tersebut, sembuh dengan pengobatan ini tanpa memakai obat maupun pembedahan atau resiko-resiko lain. Tenyata makanan berserat tinggi dapat menghindarkan kerusakan usus besar berupa diverticulosis dan dapat menyembuhkan juga diverticulitis.

Cukup sampai sini saja Cara Hijau menjelaskan tentang Apa Itu Penyakit Diverticulosis Dan Penyakit Diverticulitis, semoga artikel ini dapat bermanfaat buat temen-temen sekalian

Refrensi : DR. J. KUNTARAF

 

Popular Posts

Atas