Makanan Perusak Ginjal Dan Hati

Kali ini Cara Hijau akan membahas tentang Makanan Perusak Ginjal Dan Hati,oke kita langsung aja membahasnya. Organ-organ utama yang menderita bila seorang makan banyak daging ialah ginjal dan hati.Mengapa? Pada tubuh manusia maupun binatang yang hidup, senantiasa di bentuk sampah yang harus dikeluarkanoleh alat-alat pembuang.Sampah inilah yang disebut exstrat, dan exstrat inilah yang memberikan rasa khas daripada daging tersebut. Bila kita memakan daging hewan, maka sampah-sampah hewan bersama dengan dagingnya harus dikeluarkan dari alat-alat pembuang kita, agar keracunan dapat dicegah. Ini berarti membebankan alat-alat pembuang dengan pekerjaan tambahan terutama ginjal.

Gangguan pada ginjal sering juga terjadi bagi mereka yang banyak makan daging, oleh sebab terlalu banyak protein yang dimasukkan dalam tubuh. Telah lama dilaporkan bahwa kadar makanan yang berprotein tinggi cenderung untuk menyebabkan pembekakan ginjal dan nephritis (Peradangan Ginjal) pada tikus. Hal ini dapat terjadi bila jumlah protein yang dimakan melebihi dari 20% daripada seluruh kalori dalam makanan.

Kelebihan protein dalam tubuh dapat membahayakan, oleh sebab tubuh tidak mempunyai tempat untuk menyimpan kelebihan protein tersebut. Dengan demikian tubuh harus membuang kelebihan protein tersebut, dengan secepat mungkin.Mula-mula tubuh meningkatkan pengubahan protein sehingga setangah umur kehidupannya protein diperpendek dan protein dapat dengan lebih cepat dipecahkan sehingga N2 dapat diproseskan didalam hati dan dikeluarkan melalui air seni. Ini berarti membebankan hati dan ginjal dengan pekerjaan yang lebih banyak sehingga akhirnya organ-organ ini dengan perlahan-lahan mengalami pembesaran (hypertrophy).

Cukup sampai sini saja Cara Hijau membagikan artikel seputar Makanan Perusak Ginjal Dan Hati,semoga tulisan ini menjadi sumber refrensi buat temen-temen untuk tidak memakan daging berlebihan, lebih baik kita memakan tempe sebagi sumber protein kita, karna protein tempe lebih mudah dicerna daripada daging, dikarnakan kandungan protein tempe sudah berubah menjadi asam amino saat perfermentasian tempe itu sendiri,lagi pula selain tempe mengandung protein yang mudah dicerna,tempe juga mengandung serat yang terdapat pada jamur tempe itu sendiri,sehingga lebih sehat untuk dimakan.

Buat temen-temen yang ingin mendapatkan info-info terbaru dari Cara Hijau tentang seputar dunia kesehatan cukup Like Fanspagenya Cara Hijau atau folllow twitternya Cara Hijau.
Facebook : Cara Hijau
Twitter : @cara_hijau

 

Popular Posts

Atas