Hati-Hati Penyakit Trichinosis Pada Daging Babi

Kali ini cara hijau akan membahas tentang Hati-Hati Penyakit Trichinosis Pada Daging Babi, baik kita langsung saja ke topik pembicaraan. Penyakit Trichinosis disebabkan oleh parasit trichinosis spiralis, yang telah ditemukan oleh Joseph Leidy pada tahun 1847, di dalam daging babi, Trichinosis spiralis umumnya terdapat pada daging babi yang kurang matang. Bila daging dimasak sehingga suhu dipertengahan tebalnya daging tersebut mencapai 137 Derajat Farenheit (58 Derajat Celcius), barulah trichinosis spiralis tersebut dapat dimusnakan.

Bila trichinosis spiralis yang terdapat pada daging babi yang kurang matang tiba disaluran usus sipemakan babi tersebut, maka setelah terjadi perkawinan, trichinosis spiralis yang betina, akan menguburkan dirinya pada dinding usus kecil, dan kemudian akan menularkan sebanyak kurang lebih 1000 sampai 2500 cacing-cacing kecil, yang nantinya akan melewati baik pembulu darah maupun pembulu getah bening, menuju ke seluruh tubuh termasuk juga otak dan sumsun tulang belakang.

Mereka membenamkan dirinya di dalam jaringan-jaringan tubuh. Bagaimanakah pengobatan untuk menghilangka trichinosis spiralis dari jaringan tubuh? Sampai saat ini masih belum ditemukan pengobatan untuk hal tersebut, sehingga sekali trichinosis spiralis masuk kedalam jaringan tubuh maka ia dapat hidup disana salama penderita hidup, bahkan dapat tetap hidup sampai 20 tahun atau lebih, setelah penderita itu meninggal dunia.

Gejala-gejala trichinosis meliputi perasaan mual, demam, lemah, nyeri, sakit kepala, kehilangan selera makan, susah tidur, muntah, diare,. Bilamana timbul perasaan pusing kepala, kekejangan, gangguan mental dan kelumpuhan, maka ini menunjukkan bahwa trichinosisnya telah melibatkan otak si penderita, dan apanila infeksi cukup berat, maka dapat menyebabkan kematian.

Bila anda membuka Encylopedia Britanica 1971, anda akan mendapatkan bahwa diperkirakan ada 28 juta penderita trichinosis, dan 21 juta diantaranya hidup di Amerika Serikat. Daging babi bukanlah makanan yang sehat bagi anda. Bagaimana dengan daging sapi? Pada tahun 1974, di New Jersey didapatkan lebih banyak trichinosis yang berasal dari sapi daripada yang dari babi. Salah satu sebabnya ialah sering ditempat penjagalan, orang menyembelih sapi dan babi dengan pisau yang sama, dan ditempat yang sama.

Kemudian, sisa-sisa kecil daging babi itu tidak dibuang, tetapi dilempar ke daging sapi. Akibatnya trichinosis spiralis dipindahkan melalui pisau tersebut sehinnga trichinosis bisa juga terdapat pada daging sapi, dan memberikan akibat buruk pada penderitanya.

Cukup sampai sini saja cara hijau menjelaskan tentang Hati-Hati Penyakit Trichinosis Pada Daging Babi, semoga artikel ini dapat bermanfaat buat temen-temen sekalian.

Buat temen-temen yang ingin mendapatkan info-info terbaru dari Cara Hijau tentang seputar dunia kesehatan cukup Like Fanspagenya Cara Hijau atau folllow twitternya Cara Hijau.
Facebook : Cara Hijau
Twitter : @cara_hijau

 

Popular Posts

Atas