Membuat Kolam Belut Dengan Terpal dan Bambu

Kolam terpal dengan kerangka bambu untuk belut – Jika pada beberapa waktu yang lalu caraijo sudah membagikan cara budi daya belut dengan drum bekas, maka kali ini caraijo akan membagikan bagaimana cara budi daya belut dengan kolam terpal dengan kerangka bambu.

Budi daya belut dengan menggunakan kolam terpal kerangka bambu merupakan sebuah langka yang ekonomis untuk budi daya belut. Selain itu, dengan kolam terpal kerangka bambu ini, kolam sudah bisa langsung dikasih media tanpa harus ada perlakuan tambahan.

kolam terpal
Kolam terpal kerangka bambu ini data digunakan sampai tiga kali masa panen belut. Dengan demikian anda dapat menghemat uang untuk pembuatan kolam sampai dua kali. Biaya untuk pembuatan kolam terpal kerangka bambu juga relative murah, selain itu bahan – bahan yang dibutuhkan juga mudah didapat.

Bahan untuk membuat kolam terpal kerangka bambu

  1. 10 potong bambu berdiameter 8 – 10 cm dengan paanjang 130 cm.
  2. Bambu yang telah dibilah untuk dinding kolam sesuai kebutuhan.
  3. Terpal ukuran 5 x 6 m.
  4. Paranet atau daun kelapa sebagai penutup kolam.
  5. Tali plastik.
  6. Paku.
  7. Oli.
  8. Pipa.
  9. Tali tambang.

Alat – alat untuk membuat kolam terpal kerangka bambu :

  1. Gergai.
  2. Pisau atau gunting.
  3. Martil.
  4. Linggis.

Cara membuat kolam terpal kerangka bambu :

  1. Pada kesempatan kali ini, kola bambu yang akan dibuat adalah kolam dengan ukuran 4 x 3 x 1 meter (panjang x lebar x tinggi). Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
  2. Tentukan dimana anda akan membuat kola mini, jika sudah ditentukan lalu siapkan bahan dan peralatannya.
  3. Belah bambu menjadi beberapa bagian. Setelah itu raut tepinya agar lebih halus, hal ini dimaksudkan agar nantinya tidak melukai tangan ketika dipegang juga agar tidak terjadi gesekan dengan terpal sehingga mengakibatkan kebocoran.
  4. Buatlah sepuluh titik ubang pancang membentuk persegi panjang. Apabila anda membuat kolam dengan ukuran yang lebih besar, maka anda harus membuat titik lubang pancang lebih banyak lagi dengan jarak yang berdekatan.
  5. Olesi bambu yang akan digunakan sebagai lubang pancang dengan oli. Hal ini bertujuan agar bambu nantinya tidak diserang oleh rayap sehingga rapuh. Jika sudah lalu tancapkan bambu dengan kedalaman kurang lebih 25 – 30 cm.
  6. Pasang bilah – bilah bambu secara horizontal sebagai dinding kolam. Semakin ke bawah pemasangan maka semakin rapat juga. Hal ini bertujuan untuk menahan tekanan media tanam yang lebih besar di bagian tersebut. Jadi jika anda membuat kolam lebih besar maka jarak antar bilah bambu jga harus lebih rapat untuk menahan tekanan kolam yang lebih besar.
  7. Pasangkan terpal di bagian dalam kerangkan kolam. Warna putih pada kolam menghadap ke atas, sedangkan warna biru kolam sebagai dasarnya (berada dibawah bersentuhan dengan tanah). Ikat bagian tepi terpal ke masing – masing tiang tancap dengan menggunakan tali tambang. Terpal yang dipasang cukup satu lapis, tidak perlu berlapis – lapis.
  8. Pasang pipa paralon sebagai saluran untuk pembuangan air. Tinggi pipa tergantung tinggi media tanam dan tinggi permukaan air. Pemasangan pipa tidak dianjurkan dengan melubangi pipa, namun dengan membuka dan menurunkan sedikit terpal untuk keluar pipa pada salah satu titip tepi kolam.
  9. Sekarang tambahkan tanah kedalam kolam dan beberapa tumbuhan. Adapun media tanah dan tanam dapat anda lihatdisini.

Kurang lebih itulah cara membuat kolam belut dengan terpal kerangka bambu. Sekian dan semoga bermanfaat.

 

Popular Posts

Atas